Sabtu, 26 Januari 2013

makalah Penjas Kelincahan



KATA PENGANTAR



Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat,taufik dan hidayahNyalah penulis masih diberikan kesehatan maupun kesempatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini, walaupun banyak halangan dan rintangan yang penulis hadapi, Alhamdulillah penulis selalu tegar menghadapinya.
Tidak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pembuatan makalah ini. Penulis sangat menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan baik dari segi materi kajian, pendekatan maupun cara penulisannya, untuk itu kritik dan saran sangat penulis harapkan dari pembaca, agar kedepannya penulis dapat membuat makalah sebaik mungkin.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca, teman-teman mahasiswa lainnya dan juga tentunya bermanfaat bagi penulis sendiri.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Tulang Bawang,    November 2012

Penulis




DAFTAR ISI



KATA PENGANTAR..........................................................................................
DAFTAR ISI .......................................................................................................

BAB I Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah ..................................................................................
B. Rumusan Masalah  ...........................................................................................
C. Tujuan Pembahasan .........................................................................................

BAB II Pembahasan
A. Pengertian Kelincahan .....................................................................................
B. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kelincahan .............................................
C. Pedoman Umum Dalam Latihan .....................................................................
D. Pedoman Dalam Latihan Kelincahan ..............................................................
E. Macam-macam Latihan Kelincahan .................................................................
F. Gabungan Permainan Latihan Kelincahan .......................................................

BAB III Kesimpulan 
DAFTAR RUJUKAN




BAB I
Pendahuluan


A. Latar Belakang Masalah

Kelincahan cukup penting dalam melakukan suatu aktivitas. Semakin bertambah usia seseorang maka kemampuan psikomotornya akan semakin menurun. Sebagai contoh orang yang sudah memasuki usia tua mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

Aspek psikomotorik berkaitan dengan keterampilan motorik yang berhubungan dengan anggota tubuh atau tindakan yang memerlukan koordinasi antara syaraf dan otot. Tujuan yang berkaitan dengan psikomotorik berkaitan dengan pencapaian keterampilan motorik (gerakan), memanipulasi benda atau objek atau kegiatan-kegiatan yang memerlukan koordinasi otot-otot atau syaraf dan anggota badan (Setyosari,2001).


Beberapa penelitian telah dilakukan di luar negeri untuk meneliti pengaruh usia terhadap kemampuan psikomotor tangan pekerja. Penelitian yang dilakukan oleh Arunkumar Pennathur, Luis Rene Contreras, Karina Arcaute, Winifred Dowling mengenai kemampuan psikomotor tangan menunjukan bahwa pekerja orang Mexico mempunyai kendala dalam melakukan aktivitas pekerjaannya, hal ini karena seiring bertambahnya usia.

Hasil pengujian psikomotor dibagi menjadi 3, yaitu specific responding, motor chaining, rule using. Dalam hal ini cleaning service lebih cenderung kepada hasil specific responding dan motor chaining yang lebih menekankan pada keterampilan yang bersifat tunggal dan gabungan dari dua keterampilan dasar yaitu ketepatan dan ketelitian.Terkait dengan keterampilan dasar, akan terdapat dugaan bahwa usia dapat mempengaruhi ketepatan dan ketelitian dalam melakukan pekerjaan.

B. Rumusan Masalah
   1. Faktor-faktor yang mempengaruhi yang mempengaruhi kelincahan
   2. Pedoman dalam latihan kelincahan
   3. Macam-macam latihan kelincahan

C. Tujuan Pembahasan
   1. Untuk menjelaskan pengertian kelincahan
   2. Untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kelincahan
   3. Untuk mengetahui macam-macam latihan kelincahan



BAB II
PEMBAHASAN


A. Pengertian Kelincahan
Kelincahan berasal dari kata lincah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1993 : 525) lincah berarti selalu bergerak, tidak dapat diam, tidak tenang, tidak tetap. Sedangkan menurut Harsono (1993 : 14) orang yang lincah adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk merubah arah dan posisi tubuh dengan cepat dan tepat pada waktu sedang bergerak tanpa kehilangan keseimbangan dan kesadaran akan posisi tubuhnya. Dan menurut Suharno HP (1983 : 28) mendefinisikan kelincahan adalah kemampuan dari seseorang untuk merubah posisi dan arah secepat mungkin sesuai dengan situasi yang dihadapi.
Dengan demikian dari beberapa pendapat tersebut diatas dapat penulis simpulkan bahwa kelincahan adalah kemampuan seseorang dalam merubah arah dan posisi tubuhnya dengan cepat dan tepat pada waktu bergerak, sesuai dengan situasi yang dihadapi di arena tertentu tanpa kehilangan keseimbangan tubuhnya.
Kegunaan kelincahan sangat penting terutama olahraga beregu dan memerlukan ketangkasan. Suharno HP (1985 :33) mengatakan kegunaan kelincahan adalah untuk menkoordinasikan gerakan-gerakan berganda atau stimulan, mempermudah penguasaan teknik-teknik tinggi, gerakan-gerakan efisien, efektif dan ekonomis serta mempermudah orientasi terhadap lawan dan lingkungan.

B. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kelincahan
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kelincahan menurut Dangsina Moeloek dan Arjadino Tjokro (1984 : 8-9) adalah :
1. Tipe tubuh
Seperti telah dijelaskan dalam pengertian kelincahan bahwa gerakan-gerakan kelincahan menuntut terjadinya pengurangan dan pemacuan tubuh secara bergantian. Dimana momentum sama dengan massa dikalikan kecepatan. Dihubungkan dengan tipe tubuh, maka orang yang tergolong mesomorfi dan mesoektomorfi lebih tangkas dari sektomorf dan endomorf.

2. Usia
Kelincahan anak meningkat sampai kira-kira usia 12 tahun (memasuki
pertumbuhan cepat). Selama periode tersebut (3 tahun) kelincahan tidak meningkat, bahkan menurun. Setelah masa pertumbuhan berlalu, kelincahan meningkat lagi secara mantap sampai anak mencapai maturitas dan setelah itu menurun kembali.

3. Jenis kelamin
Anak laki-laki menunjukkan kelincahan sedikit lebih baik dari pada anak
wanita sebelum mencapai usia pubertas. Setelah pubertas perbedaan tampak lebih mencolok.

4. Berat badan
Berat badan yang berlebihan secara langsung mengurangi kelincahan.

5. Kelelahan
Kelelahan mengurangi ketangkasan terutama karena menurunnya koordinasi. Sehubungan dengan hal itu penting untuk memelihara daya tahan kardiovaskuler dan otot agar kelelahan tidak mudah timbul.


C. Pedoman Umum Dalam Latihan
Agar dalam latihan mempunyai arah dan mendapat hasil maka sangat diperlukan pedoman secara ilmiah sudah dibuktikan kebenarannya. . Namun PASI (1993 : 61) menyatakan bahwa tiga asas yang paling penting : hukum over load ( beban lebih ), hukum reversibility ( kompensasi), hukum kekhususan (specifisity). Untuk menghindari terjadinya perbedaan persepsi dalam memahami istilah-istilah diatas akan diuraikan satu persatu seperti dibawah ini.

a. Kekhususan
Latihan harus khusus pada olahraga tertentu. PASI (1993 : 64) menyebutkan bahwa hukum kekhususan menyebutkan bahwa sifat khusus dari beban latihan akan menghasilkan tanggapan khusus dan adaptasi atau penyesuaian diri.

b. Tambah beban ( overload principle )
Untuk tidak menimbulkan kerusakan dan untuk mencapai derajat kekuatan yang tinggi beban harus teratur dinaikkan. Hal ini dikatakan secara tegas oleh PASI (1993 : 62) bahwa latihan beban lebih (overload ) menyebabakan kelelahan, dan pemulihan dan penyesuaian memungkinkan tubuh mengkompensasikan lebih dan mencapai tingkat fitnes atau kesegaran yang lebih tinggi.

c. Hari berat dan santai
Dalam latihan harus ada pengaturan hari berat dan santai. Hari berat yaitu waktu untuk latihan berat dan hari santai untuk pulih asal. Yang dimaksud pulih asal adalah pulih dari kelelahan akibat latihan yang memungkinkan tubuh menyesuaikan terhadap beban latihan.

d. Latihan dan kelebihan latihan
Dalam latihan beban harus ditingkatkan sedikit demi sedikit sampai mencapai maksimum. PASI (1993 : 64) yang menyatakan bahwa beban latihan yang berlebihan menyebabkan penyesuaian yang tidak lengkap dan atlet akan menghadapi masalah pemulihan dari rangsangan latihan.

e. Latihan dasar dan pencapaian puncak
Latihan dasar diperlukan untuk mempersiapkan kondisi, pencapaian puncak sebaiknya dipersiapkan menjelang pertandingan dilaksanakan dengan cara mengurangi beban tetapi meningkatkan intensitas.

f. Kembali Asal (reversibility)
PASI (1993 : 63) yang mengatakan bahwa atlet tidak melakukan latihan teratur maka tidak ada pembebanan dan tubuh tidak ada pembebanan dan tubuh tidak perlu untuk penyesuaian diri. Dalam hal ini secara perlahan kondisi tubuh akan kembali ketingkat semula.

D. Pedoman Dalam Latihan Kelincahan
Latihan (training) adalah proses yang sistematis daripada berlatih atau bekerja secara berulang-ulang, dengan hari kian menambah jumlah beban latihan pekerjaannya, (Harsono, 1986 : 27).
Pada latihan kelincahan diperlukan ciri-ciri latihan yang khusus. Adapun ciri–ciri latihan kelincahan menurut Suharno HP. (1983 : 29 ) adalah bentuk-bentuk latihan harus ada gerakan merubah posisi dan arah badan, rangsangan terhadap pusat syaraf sangat menentukan hasil tidaknya suatu latihan kelincahan karena koordinasi sangat urgen bagi unsur kelincahan, adanya rintangan-rintangan untuk bergerak dan mempersulit kondisi ( alat, lapangan dan sebagainya ), ada pedoman waktu yang pasti dalam latihan. Sedangkan menurut Harsono (1993 : 14) memberi rambu–rambu dalam mengembangkan agilitas adalah bentuk-bentuk latihan yang mengharuskan orang untuk bergerak dengan cepat dan mengubah arah dengan tangkas dan dalam melakukan aktivitas tersebut dia juga tidak boleh kehilangan keseimbangan dan harus pula sadar posisi tubuhnya.
Latihan kelincahan dapat diberikan mulai anak berusia 3 – 13 tahun. Hal ini sesuai M. Sajoto (1988 : 55) bahwa anak berusia 3 – 13 tahun, menunjukkan peningkatan tiap tahunnya, dengan catatan anak laki-laki memperbaiki waktunya dengan rata-rata 0,5 detik tiap tahunnya. Penelitian lain yang dilakuakan oleh AAPHER (1976) seperti dalam bukunya M. Sajoto (1988 : 55) ditemukan dengan tes shuttle run 30 feet menunjukkan bahwa anak laki-laki rata -rata makin bertambah baik mulai usia 12 tahun, sedang anak wanita tidak lagi bertambah baik setelah usia 13 tahun.

E. Macam-macam Latihan Kelincahan
Adapun macam-macam bentuk latihan kelincahan yaitu :
1) Lampu reaksi
Tiap sudut lapangan ditempatkan lampu berwarna yang digunakan sebagai petunjuk arah dan tempat melakukan gerakan sesuai dengan warna yang dinyalakan. Latihan ini digunakan pada bulu tangkis.
2) Langkah kijang. Digunakan pada cabang atletik. Pelaksanannya yaitu berlari menyerupai gerakan lari langkah kijang.
3) Shuttle run Pada latihan ini atlet berlari dari titik satu ke titik yang lain. Dalam latihan ini hanya dua titik yang harus dilalui atlet. Setiap kali sampai pada satu titik ketitik lain, dia harus berusaha secepatnya membalikkan diri untuk berlari menuju ke titik yang lain dengan sudut balik sebesar 1800. Dalam satu repetisi atlet berlari dari satu titik ke titik lain dan kembali ke awal. Satu set terdiri dari tiga repetisi.



http://4.bp.blogspot.com/-SazhP6LMnSg/Ttu1TTr00qI/AAAAAAAAAB4/BSuGo-G73Lw/s200/d.png


http://2.bp.blogspot.com/-04CTUE4o_Ug/Ttu1an5US2I/AAAAAAAAACA/-FEsCa3GpHE/s200/g.png

















http://1.bp.blogspot.com/-F0E-M83KaBk/Ttu1eqPu0jI/AAAAAAAAACI/H-y4iBKVfn8/s200/k.png




4) Three corner drill
Latihan kelincahan three corner drill mirip dengan boomerang run yang titiknya ada lima. Tetapi pada three corner drill titiknya hanya ada tiga, ketiga titik tersebut membentuk segitiga sama kaki dengan besar sudut 45 derajat dan sudut 90 derajat. Teknik latihan atlet berlari melingkar ketiga titik tersebut secepatnya.
Dalam suatu repetisi atlet berlari dari satu ke titik yang lain dan kembali ke titik semula. Satu set terdiri dari dua repetisi. Pada set berikutnya arah lari kebalikan dari set yang mendahuluinya
Pergantian arah lari pada tiap set dalam shuttle run maupun three corner drill dimaksudkan untuk menyeimbangkan gerakan tubuh sehingga tidak terjadi kesulitan dalam berbelok arah ke kanan ataupun ke kiri pada saat melakukan tes dengan alat-alat tes dodging run.
5) Latihan lari belak-belok (zig-zag)
Tujuannya : melatih mengubah gerak tubuh arah berkelok-kelok.
Cara melakukannya adalah sebagai berikut :
- Latihan bolak-balik dengan cepat sebanyak 2-3 kali antara beberapa titik (misalnya 4 -5 titik).
- Jarak setiap titik sekitar dua meter.

6) Latihan mengubah posisi tubuh / jongkok-berdiri (squat-thrust)

Tujuannya : melatih mengubah posisi tubuh (jongkok dan berdiri tegak).
Cara melakukannya adalah sebagai berikut :
- Pandangan ke arah depan.
- Lemparkan kedua kaki belakang sampai lurus dengan sikap badan telungkup dalam keadaan terangkat
- Dengan serentak kedua kaki ditarik ke depan, kemudian kembali ke tempat semula
- Latihan ini dilakukan berulang-ulang dengan gerakan yang sama.

F. Gabungan Permainan Latihan Kelincahan
1. shuttle run
2. latihan lari belak-belok (zig-zag)
3. latihan mengubah posisi tubuh/jongkok-berdiri (squat thrust)
alat yang digunakan :
• batok 20 buah
bentuk permainan latihan kelincahan :
Ø melakukan shuttle run 4-6 kali pengulangan dengan jarak 10 meter yang telah ditandai dengan batok, kemudian langsung melakukan lari zig-zag dengan melewati selang-seling batok yang telah disusun dan yang terakhir melakukan gerakan squat thrust 10 kali pengulangan
setiap pemain/tim yang melakukan gerakan harus menunggu teman/rekan timnya selesai melakukan gerakanØ
 pemain berikut yang melakukan gerakan harus mendapatkan sentuhan dari rekannya sebelum melakukan   gerakanØ
 tim yang selesai melakukan permainan dengan cepat dari lawan timnya dialah pemenangnyaØ
 tim yang menang berhak memberikan hukuman kepada tim yang kalahØ




BAB III
KESIMPULAN


Kelincahan adalah kemampuan seseorang dalam merubah arah dan posisi tubuhnya dengan cepat dan tepat pada waktu bergerak, sesuai dengan situasi yang dihadapi di arena tertentu tanpa kehilangan keseimbangan tubuhnya.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kelincahan menurut Dangsina Moeloek:
1. Tipe tubuh
2. Usia
3. Jenis kelamin
4. Berat badan
5. Kelelahan
Pada latihan kelincahan diperlukan ciri-ciri latihan yang khusus. Adapun ciri–ciri latihan kelincahan menurut Suharno HP. (1983 : 29 ) adalah bentuk-bentuk latihan harus ada gerakan merubah posisi dan arah badan, rangsangan terhadap pusat syaraf sangat menentukan hasil tidaknya suatu latihan kelincahan karena koordinasi sangat urgen bagi unsur kelincahan, adanya rintangan-rintangan untuk bergerak dan mempersulit kondisi ( alat, lapangan dan sebagainya ), ada pedoman waktu yang pasti dalam latihan. Sedangkan menurut Harsono (1993 : 14) memberi rambu–rambu dalam mengembangkan agilitas adalah bentuk-bentuk latihan yang mengharuskan orang untuk bergerak dengan cepat dan mengubah arah dengan tangkas dan dalam melakukan aktivitas tersebut dia juga tidak boleh kehilangan keseimbangan dan harus pula sadar posisi tubuhnya.

1 komentar:

  1. Wah.. Bagus sekali postingannya.. Saya ijin copy ya.. Terima kasih banyak :)

    BalasHapus